Depok, cil.ac.id — Gagal meraih sebuah mimpi tentu menyakitkan bagi setiap orang, apalagi jika kita sudah lama menginginkannya. Tomi Timutius (21) juga merasakan hal yang sama. Ia pernah bermimpi belajar IT di SMK agar bisa segera bekerja membantu orang tuanya. Namun, dia gagal dalam tes yang ternyata menyatakan dia buta warna parsial. Tomi harus menerima kenyataan bahwa keterbatasannya telah menghalanginya untuk mencapai impian IT.
Lahir di keluarga yang sangat sederhana, Tomi adalah anak pertama yang kuliah di universitas. Ibunya tidak tamat SD sedangkan ayahnya adalah buruh harian lepas yang tidak pernah mendapat kesempatan sekolah. Kakak perempuannya adalah lulusan sekolah kejuruan dan bekerja sebagai resepsionis di sebuah restoran. Meski kesulitan dan situasi ekonomi, keluarga Tomi sangat mendorong dan mendukung Tomi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Ia diterima di salah satu universitas ternama di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia dengan program studi bahasa Arab.
Saat mengambil studi bahasa Arab di Universitas Indonesia, Tomi mulai menghidupkan kembali mimpi IT-nya dengan belajar pemrograman tingkat dasar melalui saluran YouTube. Ketika kuliah semester dua Tomi dimulai, wabah virus corona melanda. Menghabiskan hampir seluruh waktunya di rumah membuat Tomi menyadari betapa ayah dan kakaknya telah bekerja ekstra keras untuk mencari nafkah. Tomi berpikir keras tentang bagaimana dia bisa membantu situasi keluarganya dalam jangka panjang. Upskilling di bidang IT, impiannya sejak beberapa waktu lalu, sepertinya menjadi jawaban yang tepat. Saat itu pada akhir tahun 2021, Tomi melihat teman-temannya mengikuti MBKM yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tomi memutuskan untuk mendaftarkan diri di Bangkit, yang merupakan program edu tech yang diprakarsai oleh Google. Dimana Bangkit juga bekerja sama dengan perusahaan teknologi terkemuka seperti GoTo dan Traveloka yang dapat mendukung karir Tomi di masa depan.
Sebagai mahasiswa bahasa, Tomi awalnya sulit belajar di Bangkit. Berasal dari Latar Belakang Non-IT bukanlah Batasan, harus tetap semangat dan tidak pernah berhenti untuk memulai perjalanan yang ia tempuh.